Macam-macam secondary Skin – banyak istilah yang mungkin saja baru kita kenal lebih dalam bila kita mempelajari dunia arsitektur. Salah satunya adalah Secondary Skin.
Secondary Skin adalah sebuah layer ke dua pada sisi luar dinding bangunan yang memiliki banyak fungsi, seperti untuk mengurangi efek panas sinar matahari langsung pada bangunan.
Tak heran bila Secondary skin ini banyak di terapkan di daerah Tropis.
Selain itu, seiring dengan berkembangnya dunia dekorasi, secondary skin bisa juga menjadi salah satu material tambahan untuk mempercantik dan mendukung keindahan suatu bangunan rumah.
Modelnyapun semakin bervariasi, dari mulai bisa di geser, dibuka tutup dan lain sebagainya.
Nah, dikesempatan kali ini, mari kita ulas berbagai hal yang perlu kita pelajari sebelum menggunakan secondary skin pada hunian, seperti fungsi, letak penggunaan dan beberapa jenis material terbaik yang bisa anda gunakan.
Baca juga : Lantai Kayu
Fungsi Secondary Skin
Mengurangi panas cahaya matahari
Di beberapa bagian bangunan, tentu akan kita dapati sisi-sisi yang terkena lansung sinar matahari pada jam-jam tertentu. Dengan hadirnya secondary skin, dapat mereduksi panas dan meredam sinar matahari yang masuk sehingga tidak terlalu panas.

Menurunkan suhu Ruangan
Penambahan Secondary skin bisa menjadi cara ampuh untuk membuat rumah lebih sejuk. karena salah satu manfaat yang bisa anda dapatkan adalah Lapisan kedua bisa menghalau panas sinar matahari yang masuk tanpa mengurangi cahaya yang masuk.
Selengkapnya : Tips Rumah SEJUK Tanpa AC Bahkan Kipas Angin
Meningkatkan Privasi Rumah
Pada desain bangunan yang memiliki beberapa bukaan seperti pada balkonnya, tentu dengan hadirnya secondary skin bisa digunakan sebagai alternatif agar bangunan rumah yang terbuka bisa lebih tertutup namun tidak terlau tertutup dan masih menjadi area luar ruangan.
Meningkatkan keindahan Rumah
Dengan hadirnya berbagai material secondary skin seperti dari kayu, dapat membuat rumah menjadi lebih menarik terlihat secara ekterior dan lebih eye catching..
Menjadi Vertical garden
Model secondary skin yang berupa rangka bisa menjadi media tanaman untuk merambat. Dengan ini tampilan rumah menjadi terlihat lebih asri dan lebih sejuk tentunya.
Faktor yang perlu diperhatikan ketika ingin menggunakan secondary skin
Penempatan Secondary skin
Penggunaan secondary skin sebaiknya disesuaikan dengan arah sinar matahari. Semisal di Indonesia, menghadap ke arah timur dan barat. Apalagi bila rumah anda menghadap kearah tersebut. Penggunaan Secondary skin sangatlah di rekomendasikan.

Material Secondary Skin
Setiap material yang disiapkan untuk menjadi lapisan kedua bangunan memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri, seperti bambu, kayu, besi dan fiber.
Proses pengaplikasian Lapisan kedua
Dalam proses pemasangan Secondary skin pada bangunan diperlukan perhitungan yang tepat seperti penyesuaian jarak dengan dinding utama, konsep yang akan diusung serta perhitungan seberapa banyak intensitas sinar matahari yang masuk.
Biaya
Penggunaan Lapisan kedua pada bangunan ini bisa menambah biaya bangunan.
Luas bangunan
Anda perlu mempertimbangkan luas rumah. Sebab, Secondary skin membutuhkan ruang yang cukup agar bisa terpasang.
Baca juga : Lantai Parket Solid Jati
Macam-macam Material lapisan kedua untuk rumah
bambu
Di berbagai daerah pedesaan, penggunaan bahan uraian bambu untuk menghalangi panas sinar matahari sudah biasa ditemukan. Material bambu ini sangat mudah kita temukan di berbagai pasar tradisonal dan di bandrol dengan harga yang cukup murah.

Akan tetapi penggunakan material bambu ini sering kali mudah rusak bila terkena cahaya matahari terus menerus. Solusinya anda bisa menggunakan lapisan finishing sebagai pelapis pelinding bambu.
Kebihan tirai bambu untuk Secondary skin
- Dapat ditemukan dengan mudah di pasar tradisional
- Memiliki harga yang sangat terjangkau
- Mudah di pasang.
- Ringan dan Ringkas
- Bisa di buka tutup dengan mudah
Kekurangan Tirau bambu
- Mudah rusak
- Terkesan kurang cocok digunakan di rumah modern
Kayu
Penggunaan kayu untuk Lapisan kedua akan memberikan nuansa simple, bersahaja dan homely. Dibandingkan material bambu, material kayu tentu akan lebih kuat namun harga yang ditawarkan akan lebih mahal dibandingkan bambu pastinya.

Kelebihan Material kayu untuk secondary skin
- Memiliki tampilan yang natural dan elegan
- Mudah di aplikasikan
- Lebih awet dibandingkan Bambu
Kekurangan material kayu untuk lapisan kedua
- harga yang di tawarkan akan lebih mahal dibandingkan menggunakan bambu
- Untuk menghasilkan tampilan yang bagus, diperlukan tukang pasang yang ahli. Tidak bisa di pasang sendiri
Selain 2 material diatas, anda juga bisa menggunakan bahan-bahan logam untuk itu seperti :
- Besi.
- Alumunium
- Baja
- dan lain-lain

Kelebihan penggunakan secondary skin berbahan logam
- Memiliki ketahanan yang tinggi
- Lebih kokoh sehingga bisa memberikan rasa aman
Kekurangan Secondary skin logam
- Bobot berat, sehingga memerlukan rangka sangat kuat
- Harga cukup mahal
- Karena bersifat konduktor, besi justru memiliki sipat menyerap kalor/panas yang baik, sehingga jika tujuan penggunaan secondary skin adalah untuk membuat rumah lebih sejuk, rasanya logam kurang cocok digunakan.
Baca juga : Kelebihan Kekurangan Plafon PVC
Pilih Material Kayu, Bambu atau Besi ?
Untuk menentukan material mana yang paling pas digunakan sebagai bahan secondary skin, tentu kita harus mempertimbangkan banyak hal seperti budget yang dimiliki, konsep hunian yang diusung dan selera pemiliki rumah itu sendiri.
Harga
- Bambu merupakan material yang paling ekonomis. Namun secara ketahanan bambu ini kurang baik.
- Sedangkan Besi merupakan material paling mahal, Apalagi jika digunakan hanya sebagai lapisan kedua, tentunya bukan pilihan yang bijak.
- Sedangkan kayu merupakan pilihan tengah-tengah, dengan harga yang tidak terlalu mahal namun kualitas cukup baik untuk menyerap panas dan sebagai penambah estetika hunian.
Konsep desain hunian
- bambu sudah menjadi salah satu material yang umum digunakan sebagai pelindung sinar matahari untuk rumah-rumah di pedesaan. bambu sangat cocok digunakan pada rumah-rumah dengan konsep tradisional dan di tempat wisata daerah.
- Sedangkan besi lebih cocok diterapkan pada konsep hunian industrial yang mana, logam lebih mendominasi hunian.
- Sedangkan kayu cenderung masuk pada berbagai konsep bangunan. baik itu bangunan modern, tradisional maupun industrial. Material kayu memang menjadi salah satu material terbaik untuk memperkuat konsep hunian yang di usung.
Selera
Berbicara selera itu merupakan pilihan setiap orang. Setiap orang pastinya memiliki selera yang berbeda-beda. Begitupun ketika ingin menambahkan secondary Skin. Tentang material apa yang digunakan tentunya terserah pada pemilik hunian.
Baca juga : Lantai Parket Kayu SolidÂ
Material Kayu paling Umum Digunakan Untuk Secondary Skin

Material kayu memiliki karakteristik material yang paling ideal untuk digunakan sebagai secondary skin. Sebab secara harga, kayu memiliki harga yang tidak terlalu mahal, bobotnya cukup ringan dan kerap memberikan suasana yang eye catching.
Jenis produk kayu yang bisa anda aplikasikan adalah produk kisi-kisi kayu. Selain digunakan sebagai partisi ruangan, kisi-kisi juga cukup banyak digunakan sebagai secondary skin.
Kisi-kisi atau kerawang merupakan bentuk kayu yang di pasang selang-seling antara kayu dan space kosong yang berfungsi sebagai tempat masuk udara dan cahaya. salah satu fungsi kisi-kisi adalah untuk memungkinkan cahaya dan udara masuk ke suatu tempat tanpa harus mengganggu Privasi pengguna.
Kisi-kisi menjadi salah satu perwujudan konsep secondary skin terbaik.
Kisi-kisi sangat efektif digunakan di luar ruangan sebagai penghalang sinar matahari untuk bisa mengurangi panas sebelum mencapai dinding dan jendela.

Dengan hadirnya secodary skin berupa kisi-kisi bisa menjadi sebuah penahan yang efektif agar udara masuk tidak terlalu besar dan kondisi ruangan tetap stabil.
Konsep kisi-kisi sebagai secondary skin sangat cocok diaplikasikan di Indonesia yang memiliki dua musim. Kisi-kisi bisa menyesuaikan kondisi 2 musim di Indonesia baik kemarau atau saat penghujan.
Dimana, pada musim kemarau, kisi-kisi menjajadi media penahan panas agar tidak langsung masuk ke dalam bangunan. Sedangkan pada musim penghujan, angin yang lebih besar dapat tertahan, sehingga udara yang masuk pada ruangan tidak akan terlalu besar dan membuat kondisi ruangan tetap stabil.
Baca Selengkap : Harga Kisi-kisi Kayu Per meter & Informasi kekurangan kelebihannya
Kesimpulan
Konsep kisi-kisi sebagai secondary skin sangat cocok digunakan di Indonesia. Dan material terbaik yang bisa anda gunakan adalah material kayu, sebab Kayu merupakan bahan material Isolator yang tidak menghantarkan kalor/panas. Sehingga panas sinar matahari dapat dimimalisir dengan baik.
Kayu juga memiliki sipat kontras dengan udara sekitar, maksudnya, ketika cuaca sedang hangat, maka ia akan bersipat dingin sedangkan ketika kondisi sedang dingin, kayu akan terasa hangat.
Hadirnya kisi-kisi sebagai pelapis luar juga bisa menghandirkan kesan elegan dan natural pada hunian.
Bagaimana, apakah anda sudah menemukan material dan wawasan penting ketika ingin menggunakan secondary skin ?
Demikian ulasan kali ini mengenai Material Secondary Skin Kayu & Bambu Dan Plus Minusnya. Bila ada yang perlu ditanyakan, jangan sungkan untuk menghubungi kami.
- Jual Lantai Kayu Jati Kualitas Premium, Tersedia Grade A, B, C - Oktober 2, 2026
- Harga Papan kayu Jati & Merbau untuk Trap Tangga Rumah - September 10, 2026
- Jual Decking Kayu Ulin Kualitas Premium Untuk Eksterior - September 2, 2026

