Ingin Gunakan Kayu Ulin? Ketahui Dulu Karakteristiknya

kayu ulin

Kayu ulin merupakan salah satu jenis kayu asal Kalimantan yang memang terkenal karena teksturnya sekeras besi.

Dalam industry perkayuan internasional, kayu ulin ulin pun kerap dijuluki dengan istilah “iron wood”.

Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar karakteristik kayu ulin mending simak langsung ulasannya dibawah ini.

Karakteristik Kayu Ulin

1. Tingkat Kekuatan dan Kekerasan yang Begitu Tinggi

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa kayu ulin terkenal karena memiliki tekstur yang sekeras besi.

kayu ulin sangat keras

Sehingga tak heran jika pemotongan kayu ulin hanya bisa dilakukan dengan menggunakan gergaji mesin.

Berkat teksturnya yang sekeras besi dan sangat padat, tentunya kayu ulin mampu menopang beban berat, tahan terhadap goresan dan benturan.

Itu sebabnya, mengapa kayu ulin selalu diandalkan untuk kebutuhan konstruksi berat seperti pembuatan bantalan rel kereta, jembatan, dermaga, hingga tiang pondasi rumah.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, kayu ulin sudah terbukti tahan terhadap pengaruh cuaca ekstrim maupun serangan rayap.

Baca juga: Bahas Spesifikasi dan Harga Lambersering Kayu Ulin Terbaru

2. Tahan Air dan Lembab

Kayu Ulin Tahan Terhadap Air dan Lembab

Tak seperti kayu pada umumnya yang mudah lapuk saat terkena air secara terus menerus, justru struktur kayu ulin akan semakin kokoh dalam kondisi basah.

Nah, karena keunggulannya inilah yang membuat kayu ulin cocok dijadikan Decking Samping Kolam Renang, dermaga, dan untuk kebutuhan eksterior lainnya.

3. Tampilan yang Elegan dan Natural

Selain unggul dari segi kekuatan dan ketahanan, kayu ulin juga memiliki tampilan visual yang begitu memukau.

Bagaimana tidak? Sebab pola serat kayu ulin tampak terlihat halus dan teratur, sehingga dapat menyuguhkan kesan mewah dan natural.

kayu ulin memiliki Tampilan yang Elegan dan Natural

Adapun mengenai warna kayu ulin yang cukup bervariasi, mulai dari cokelat kemerahan, cokelat tua, hingga agak kehitaman.

Ya, perbedaan warna kayu ulin tersebut karena tergantung usia dan bagian pohon yang digunakan. Semakin tua usia kayu ulin, maka akan semakin gelap pula warnanya.

4. Kayu Ulin Berubah Menjadi Warna Hitam Pekat

Kayu Ulin Berubah Menjadi Warna Hitam Pekat

Selain usia, ternyata masih ada lagi beberapa faktor penyebab perubahan warna kayu ulin menjadi warna hitam.

Kayu ulin yang secara terus-terusan terkena paparan matahari, air, dan lembab dapat menciptakan proses oksidasi dan reaksi minyak alami dalam seratnya.

Sehingga hal ini akan menyebabkan kayu ulin menggelap secara bertahap. Bagi yang masih awam, mungkin perubahan warna tersebut dianggap sebagai rendahnya kualitas pada kayu ulin.

Padahal, kayu ulin yang menghitam justru menandakan bahwa strukturnya semakin kokoh dan tahan lama lho.

5. Daya Pakai yang Panjang

Di daerah asalnya yakni Kalimantan, kayu ulin memang selalu menjadi pilihan utama untuk kebutuhan konstruksi rumah tradisional.

kayu ulin awet dan tahan lama

Mulai dari tiang pondasi, dinding, rangka, hingga bagian atapnya menggunakan kayu ulin. Kabarnya, rumah dari kayu ulin bisa bertahan hingga mencapai ratusan tahun.

Meski tidak diberi perawatan khusus, kayu ulin tidak mudah mengalami pemuaian-penyusutan, pelapukan, ataupun kerusakan.

Hal ini menjadi bukti bahwa kayu ulin memang memiliki daya pakai yang sangat panjang.

Tak seperti jenis-jenis kayu lunak, yang mana tingkat ketahanannya hanya mencapai selama 10 – 15 tahun saja.

Nah, seperti itulah karakteristik kayu ulin yang tidak dimiliki pada jenis kayu lainnya.

Bagaimana, apakah anda tertarik untuk menggunakan kayu ulin?

Info Untukmu
Wijdan Rajawali
Scroll to Top