Kelebihan Dan Kekurangan Decking Kayu, Wajib Tahu

Kelebihan dan kekurangan decking kayu

Sebelum Memutuskan untuk mendekorasi eksterior menggunakan decking kayu, ada baiknnya mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan decking kayu untuk membantu anda dalam memutuskan keperluan ekterior rumah anda.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan decking kayu untuk teras, balkon, pinggir kolam renang, atau area outdoor lainnya, artikel ini saya tulis dari pengalaman nyata dan obrolan dengan banyak orang yang sudah memakai decking kayu

Kelebihan Decking Kayu yang Bikin Banyak Orang Ketagihan

Kelebihan dan kekurangan decking kayu

1. Penampilan yang Bikin Rumah Langsung Naik Kelas

Decking kayu punya daya tarik yang sulit ditiru. Serat kayunya kelihatan hidup, warnanya alami, dan semakin lama semakin punya karakter sendiri. Decking merbau misalnya, warnanya gelap elegan dan semakin lama semakin cantik. Banyak tamu yang datang langsung komentar, “Terasnya enak banget, nyaman buat santai.” Rasanya beda jauh dibanding teras keramik biasa.

2. Nyaman untuk Kaki dan Cocok untuk Lantai Kayu Outdoor

Salah satu yang paling saya suka adalah suhu decking kayu tidak sepanas keramik atau beton. Pagi atau sore hari, kamu bisa jalan tanpa alas kaki tanpa takut panas. Di iklim Indonesia yang lembab dan panas, lantai kayu outdoor seperti decking kayu terasa lebih adem dibanding material lain.

3. Kuat dan Tahan Lama Kalau Jenisnya Tepat

Kalau pakai kayu berkualitas seperti bangkirai, ulin, atau merbau, decking ini benar-benar tangguh. Bisa tahan hujan deras, terik matahari, bahkan serangan rayap lebih baik daripada kayu biasa. Beberapa tetangga saya yang pakai decking ulin sudah hampir 10 tahun dan masih terlihat solid.

4. Menambah Nilai Rumah

Rumah dengan decking kayu outdoor biasanya terlihat lebih premium. Kalau suatu saat mau jual, orang sering melihat decking ini sebagai nilai tambah yang nyata.

5. Bisa Didesain Sesuai Selera

Mau model lurus sederhana atau pola diagonal, decking kayu cukup fleksibel. Bisa dipadukan dengan tanaman, lampu taman, atau bahkan furniture outdoor dengan mudah.

Kekurangan Decking Kayu yang Sering Bikin Pusing

Tapi, seperti halnya barang bagus lainnya, decking kayu juga punya sisi yang kurang enak:

1. Perawatan Rutin yang Tidak Bisa Ditawar

Ini poin terbesar. Decking kayu bukan “pasang terus lupa”. Setidaknya setahun sekali harus dibersihkan secara menyeluruh, diamplas ringan, lalu diolesi minyak atau coating pelindung. Kalau males merawat, dalam 2–3 tahun warnanya bisa pudar, permukaannya kasar, dan mudah berjamur. Saya sendiri kadang telat merawat, langsung kelihatan bedanya.

2. Harga Awal yang Lumayan Mahal

Harga decking kayu memang lebih tinggi dibanding decking WPC atau composite. Belum lagi biaya pemasangan yang harus dilakukan dengan benar supaya tidak cepat rusak. Kalau budget terbatas, ini bisa jadi beban. Sebaiknya cek dulu harga decking kayu terbaru sebelum memutuskan.

3. Rawan Mengembang dan Menyusut

Kayu tetap “hidup”. Di musim hujan papan bisa sedikit mengembang, di musim kemarau bisa menyusut. Kalau jarak antar papan saat pasang kurang pas, nanti muncul celah yang lebar atau malah bunyi berderit saat diinjak.

4. Bisa Licin Saat Basah

Kalau permukaannya halus dan tidak ada alur anti licin, decking kayu jadi licin banget waktu kehujanan. Apalagi kalau dipakai di area dekat kolam renang atau teras yang sering basah. Ini cukup berbahaya kalau ada anak kecil atau orang tua di rumah.

5. Rentan Noda dan Kotoran

Daun jatuh, tanah, atau tumpahan minuman kalau dibiarkan lama bisa meninggalkan bekas yang susah hilang. Harus cepat dibersihkan.

Menurut pengalaman saya, decking kayu paling pas kalau kamu suka tampilan natural dan tidak keberatan merawatnya secara rutin. Cocok juga untuk orang yang ingin teras terasa hangat dan mewah.

Namun, kalau kamu tipe orang sibuk atau ingin yang praktis tanpa ribet perawatan, mungkin decking composite lebih masuk akal. Kalau kamu juga mempertimbangkan lantai kayu parket untuk ruangan dalam, keduanya punya karakter yang berbeda meski sama-sama dari kayu alami.

Decking kayu tetap menjadi pilihan favorit banyak orang karena keindahan dan kenyamanannya yang sulit ditandingi. Tapi keberhasilannya sangat tergantung pada pemilihan jenis kayu (bangkirai, ulin, atau merbau), cara pasang, dan kedisiplinan merawatnya.

Kamu sendiri sudah pernah pakai decking kayu atau masih ragu? Mau pakai bangkirai, ulin, atau merbau? Tulis di komentar ya, saya senang sharing pengalaman dengan sesama yang lagi renovasi rumah.

Semoga artikel ini membantu kamu memutuskan dengan lebih yakin!

Info Untukmu
Tama Virel
Scroll to Top