kayu rasamala

Kayu Rasamala: Jenis Kayu yang Kokoh

Apakah anda pernah ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak? Jika iya, tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan pohon rasamala (Altingia Excelsa). Ya, flora yang tumbuh subur di di Tanah Pasundan ini memang terkenal memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat kayu dari pohon rasamala ini memiliki sifat yang multifungsi. Belum lagi dengan karakteristiknya yang kokoh dan tahan terhadap serangan hama maupun jenis hama lainnya.

Tak hanya bagian kayunya saja, akar dan daun dari pohon rasamala juga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan berguna untuk berbagai kebutuhan.  Salah satunya seperti dekorasi aquacape sampai obat-obatan herbal.

Kendati bukan termasuk kedalam kategori flora yang terancam punah, namun budi daya pohon rasamala ini sangatlah penting.

Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Kayu Rasamala, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Serba Serbi Pohon Rasamala

pohon rasamala

Menurut informasi yang di dapat, umumnya pohon rasamala tumbuh dengan ketinggian mencapai 40 m hingga 60 m yang memiliki cabang bebas sekitar 20 m – 35 m. Sedangkan ukuran diameter batangnya menapai 80 cm – 150 cm.

Untuk bagian kulitnya, pohon rasamala memiliki tekstur yang halus dengan mengusung warna abu-abu. Biasanya pohon rasamala yang masih muda memiliki tajuk yang rapat dengan bentuk seperti segitiga atau pyramid, kemudian akan semakin membulat seiring dengan pertambahan usianya.

Baca Juga : Yuk, Kita Kenalan Dengan Kayu Sonokembang

Daun pohon rasamala tampil dengan ukuran 6 – 12 cm, lebar 2,5 cm – 5 cm, sedangkan bentuknya cenderung lonjong dengan letak bergiliran. Menariknya lagi, bunga rasamala termasuk kedalam jenis bunga yang berkelamin satu, sehingga terdapat bunga jantan dan betina pada pohon yang sama.

Dinilai dari karakteristiknya, bunga rasamala tidak mempunyai kelopak dan mahkota, benang sari yang banyak dan kepala putih berupa papila, sehingga proses penyerbukannya akan dibantu oleh angin maupun serangga.

Selain berbunga, ternyata pohon rasamala juga menghasilkan buah dan benih. Buahnya itu tampil dengan warna coklat yang berbentuk seperti kapsul berukuran sekitar 1,2 cm – 2,5 cm. Buah tersebut terdiri dari 4 ruang, yang mana pada setiap ruangnya terdapat 1 – 2 benih yang sudah dibuahi dan benih yang tidak dibuahi dengan jumlah sekitar 35 benih.

Penyebaran Pohon Rasamala

Menurut para pakar tanaman, yang menyebutkan bahwa pohon rasamala berasal dari pegunungan Himalaya. Seiring dengan berjalannya watu, penanaman pohon rasamala pun menyebar ke negara Burma (Myanmar), Semenanjung Malaya, hingga Indonesia.

Untuk keberadaanya di Indonesia, pohon rasamala tersebut bisa kita jumpai di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika penyebutan pohon rasamala ini berbeda-beda, seperti mala, tulasan, dan mandung.

Lain halnya dengan masyarakat suku Melayu, dimana mereka kerap menyebut pohon rasamala dengan nama raksamala atau ra’samala. Jika di daerah Sumatera (khususnya Tapanuli, Sumatera Utara), pohon rasamala dikenal dengan sebutan tulason.

Apabila di dataran Sunda, biasanya pohon rasamala ini sering dinamai dengan istilah gadog.

Karakteristik Kayu Rasamala

karakteristik kayu rasamala

Pohon rasamala dapat menghasilkan kayu dengan tingkat keawetan kelas II, serta mempunyai bobot jenis berkisar 0,6 hingga 0,8. Dalam industri perkayuan, harga kayu rasamala ini memang tergolong cukup mrah.

Bagian kulit kayunya tampil dengwan warna abu-abu, sedangkan batang kayunya berwarna merah. Meski harga jualnya cukup murah, namun tingkat keawetan kayu yang satu ini tidak bisa dianggap remeh. Menariknya lagi, bahkan kayu rasamala tidak membutuhkan perawatan khusus lho.

Nah, karena hal itulah yang membuat kayu rasamala kerap dimanfaatkan oleh para penghobi aquascape untuk dijadikan dekorasi. Kayu rasamala yang sudah kering biasanya tidak akan mengeluarkan zat tanin dalam jumlah besar.

Disamping itu, kayu rasamala juga tampak berlekuk-lekuk dengan ukuran cenderung ramping. Menurut informasi yang di dapat, harga kayu rasamala di pasaran dibanderol dengan kisaran harga Rp 30 ribu hingga ratusan ribu (harga tergantung pda ukuran dan bentuknya).

Berbagai Manfaat Pohon Rasamala

1. Pemanfaatan Batang Kayu Rasamala

manfaat pohon rasamala

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa kayu rasamala memiliki tingkat keawetan kelas II. Meksipun disimpan di area yang ada kontak langsung dengan tanah, namun kayu rasamala masih dapat bertahan dengan baik.

Dikarenakan teksturnya yang cukup keras dan awet, kayu rasamala pun sering dimanfaatkan untuk dijadikan jembatan. Jika diberi perawatan yang benar dan tepat, maka jembatan yang terbuat dari kayu rasamala ini bisa bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun lho.

Selain dijadikan untuk jembatan, kayu rasamala juga kerap digunakan untuk pembuatan tiang listrik, rangka atap rumah, hingga bantalan rel kereta api.

Baca Juga : Seperti Inilah Wujud dan Karakteristik Kayu Ebony

2. Pemanfaatan Getah Pohon Rasamala

Pemanfaatan Getah Pohon Rasamala

Tak hanya kayu saja, getah pohon rasamala pun sering dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk parfum ruangan. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat getah pohon rasamala memiliki aroma yang begitu harum.

3. Pemanfaatan Daun Pohon Rasamala

manfaat daun rasamala

Menurut kabar yang beredar, biasanya daun dari pohon rasamala ini kerap dikonsumsi untuk dijadikan lalapan. Terlebih untuk daun rasamala muda yang berwana merah, dimana ia memiliki cita  rasa yang lebih lezat.

Selain dijadikan untuk lalapan, daun pohon rasamala juga biasa dimanfaatkan untuk dijadikan obat herbal yang bisa mengobati penyakit batuk.

4. Pemanfaatan Akar Rasamala

Akar pohon rasamala biasanya dimanfaatkan sebagai hiasan dekorasi, karena tampilan bentuknya yang memang memiliki nilai seni tinggi. Ya, salah satunya seperti dekorasi acuascape

5. Pemanfaatan Pohon Rasamala

Pohon rasamala sangat ideal untuk mendukung program reboisasi. Seperti halnya pada program reboisasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah Jawa Barat, sehingga banyak di tanam sebagai pohon utama denga jarak tanam yang rapat, karena mempunyai kerentanan apabila terlalu banyak memperoleh sinar matahari.

Artikel Menarik Lainnya : Mari Kita Berkenalan Dengan Kayu Albasia

Status Kelangkaan

Sejatinya, populasi pohon rasamala hingga sampai saat ini masih terbilang aman atau tidak berada dalam status terancam punah. Hal itu pun terbukti, yang mana pohon rasamala tidak terdaftar dalam list IUCN Redlist maupun CITES.  

Kendati namanya tidak terdaftar pada kedua lembaga tersebut, namun bukan berarti juga bahwa pohon rasamala ini bisa ditebang secara bebas tanpa aturan. Dengan kata lain, pemanfaatan pohon rasamala harus tetap dilakukan dengan bijak guna menjaga kelestariannya di alam bebas.

Budidaya pohon rasamala biasanya diawali dengan pengumpulan biji dari buahnya yang telah matang, kemudian akan dijemur selama 2 hari. Setelah kering, maka buah rasamala secara alami akn pecah dan bisa dijadikan benih untuk kembali di tanam.

Demikianlah ulasan singkat seputar kayu rasamala, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan.  

× Ada yang bisa saya bantu?