lantai kayu vs karpet

Awalnya material penutup lantai pada rumah banyak yang menggunakan jenis tegel dan keramik. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, saat ini ada banyak sekali jenis-jenis lantai yang tersedia di pasaran. Ya, mulai dari lantai kayu, lantai marmer, lantai granit, vinyl, karpet, dan masih banyak lagi.

Tentu saja masing-masing jenis lantai tersebut memiliki karakteristik dan ciri khas berbeda. Nah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan membahas perbandingan lantai kayu dan karpet. Tanpa banyak panjang lebar lagi, mending kita simak saja langsung ulasan di bawah ini.

Seputar Lantai Kayu

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa penggunaan lantai kayu sekarang ini sudah menjadi tren dikalangan masyarakat. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat permintaan lantai kayu di pasaran kian mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahunnya.

Namun, alangkah lebih baik lagi jika anda mengetahui seluk beluk dari lantai kayu itu sendiri. Mengapa demikian? Pasalnya, ada beragam jenis lantai kayu yang tersedia dipasaran, dimana masing-masingnya memiliki keunggulan dan kekurangannya. Adapun mengenai beberapa jenis-jenis lantai kayu yang harus anda ketahui seperti berikut :

Jenis-jenis Lantai kayu

1. Lantai Kayu Solid

Lantai Kayu Solid

Sesuai dengan namanya, jenis lantai kayu yang satu ini terbuat dari kayu solid alias kayu 100% asli. Itu sebabnya, mengapa lantai kayu solid menawarkan harga yang lebih mahal dibanding jenis lantai kayu lainnya. Meski menawarkan harga mahal, namun hal itu sangat sebanding dengan kualitas dan beragam keunggulan yang dimilikinya.

Adapun mengenai lantai kayu solid yang terbagi kedalam 2 tipe berbeda seperti berikut :

Solid Hardwood Flooring

Solid Hardwood Flooring

Solid Hardwood Flooring ini berupa kayu solid yang bentuknya seperti “plank” dengan ketebalan mencapai 18 mm. Namun, ada juga beberapa produsen kayu yang membuat ketebalan sekitar 10 mm. Ciri khas dari Solid Hardwood Flooring, yakni memiliki alur dan lidah pada bagian sampingnya.

Bukan hanya itu, Solid Hardwood Flooring juga memiliki keunggulan yang bisa diamplas ulang setelah pemakaian dalam kurun beberapa waktu (umumya 5 tahun). Namun, masalah yang kerap terjadi pada penggunaan Solid Hardwood Flooring ini kemungkinan terjadinya kembang susut. Mengapa demikian? Hal itu dikarenakan materialnya yang terbuat dari kayu asli.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka saat proses pemasangannya harus diberi jarak beberapa milimeter pada pertemuan lantai kayu dengan dinding, yang nantinya akan ditutup dengan “plinth lantai”. Kemudian lantai kayunya akan diberi staples atau lem. Namun, lem yang digunakan bukanlah lem sembarangan, melainkan lem khusus lantai kayu parket.

Nah, bagi anda yang ingin memesan lem khusus lantai kayu parket, silahkan hubungi marketing kami di nomor telepon / WA 08122041195

Engineered Hardwood Flooring

Engineered Hardwood Flooring

Sejatinya konstruksi pada Engineered Hardwood Flooring ini hampir mirip dengan konstruksi plywood (papan buatan). Hal itu terlihat dari beberapa lapisan kayu yang tersusun secara melintang antar setiap lapisannya. Itu sebabnya, mengapa Engineered Hardwood Flooring kerap diaplikasikan di atas lantai maupun lantai beton.

Engineered Hardwood Flooring tampil dengan ketebalan sekitar 15 mm, yang biasanya sudah difinishing sampai lapisan akhir. Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika Engineered Hardwood Flooring ini cocok dipasang pada semua area ruangan rumah.

Dikarenakan Engineered Hardwood Flooring sudah terlebih dulu di difinishing, tentu proses pemasangannya pun akan menjadi lebih mudah dan tidak akan meninggalkan bekas. Disamping itu, jenis kayu untuk “top layer” Engineered Hardwood Flooring ini terdiri dari beragam macam kayu keras, dengan cara pelapisan yang berbeda-beda.

Proses pemasangan lantai Engineered Hardwood Flooring ini bisa menggunakan sistm floating, atau perekatan menggunakan lem. Namun, semua itu juga tergantung pada kondisi dan jenis lantai yang hendak dipasang lantai kayu tersebut.

Jenis-jenis Kayu yang Digunakan Untuk Lantai Solid

  • Kayu merbau
  • Kayu jati
  • Kayu ulin
  • Kayu bengkirai
  • Kayu kruing (keruing)

Keunggulan Lantai Kayu Solid

  • Menyuguhkan tampilan yang sangat indah
  • Memiliki daya tahan yang sangat baik
  • Dapat bertahan hingga puluhan tahun (jika dirawat dengan baik)
  • Anti rayap dan anti pelapukan
  • Dapat menyerap energy panas sehingga bagus untuk kesehatan tubuh
  • Tekstur permukaan yang terasa kesat sehingga dapat meminimalisir risiko terpeleset

Kekurangan Lantai Kayu Solid

  • Menawarkan harga yang mahal
  • Cukup sulit untuk dijumpai dipasaran

Nah, bagi anda yang kesulitan untuk mendapatkan lantai kayu solid dipasaran, silahkan hubungi Marketing kami

2. Lantai Kayu Laminated

Lantai Kayu Laminated

Bagian dasar pada jenis lantai kayu laminated ini terbuat dari bahan serbuk kayu yang di press dengan menggunakan alat khusus, sehingga bentuknya pun tampak menyerupai lantai kayu yang asli. Meski bentuknya sama, namun kualitas lantai kayu laminated ini tentunya masih jauh dibawah lantai kayu solid.

Dengan kata lain, lantai kayu laminated ini merupakan alternative pengganti lantai kayu solid bagi mereka yang memiliki budget terbatas. Ya, terang saja demikian, sebab harga lantai kayu laminated lebih murah ketimbang harga lantai kayu solid.

Penelusuran Terkait : Harga Lantai Kayu Laminated

Keunggulan Lantai Kayu Laminated

  • Menawarkan harga yang lebih murah dibanding lantai kayu solid
  • Tersedia beragam pilihan motif atau corak
  • Dapat membuat suhu ruangan terasa hangat
  • Cara membersihkannya yang sangat mudah
  • Tahan terhadap air (tapi tidak bisa dipasang di kamar mandi)

Kekurangan Lantai Kayu Laminated

  • Daya tahannya tidak sebagus lantai kayu solid
  • Ketika warnanya memudar, maka akan sulit untuk diperbaharui
  • Berpotensi terjadi melengkung jika sering terkena paparan sinar matahari.

3. Lantai Kayu Vinyl

Lantai Kayu Vinyl

Jenis lantai kayu berikutnya yang harus anda ketahui, yakni bernama lantai vinyl. Meski wujudnya tampak seperti lantai kayu asli, sebenarnya lantai vinyl ini terbuat dari bahan PVC (polyvinyl chloride).  Lantai vinyl menyediakan beragam motif, mulai dari motif keramik, kayu, besi, bebatuan, marmer, dan masih banyak lagi. Tak hanya menyediakan beragam motif, lantai vinyl juga menawarkan harga yang jauh lebih murah dibanding lantai kayu solid maupun lantai kayu laminated.

Baca Juga : Harga Lantai Vinyl Per Meter 2021

Keunggulan Lantai Vinyl

  • Menawarkan harga yang sangat murah
  • Dapat membuat suhu ruangan menjadi terasa hangat
  • Tersedia banyak motif pilihan
  • Tahan terhadap air dan mudah dibersihkan
  • Mudah dijumpai dipasaran
  • Memiliki tekstur elastic

Kekurangan Lantai Vinyl

  • Daya tahannya yang sangat rendah
  • Jika terjadi sedikit kerusakan, maka akan sulit diperbaiki
  • Memiliki kandungan bahan kimia VOC yang tidak bagus untuk kesehatan tubuh.

Seputar Karpet

lantai karpet

Permadani atau yang sering kita sebut dengan istilah karpet merupakan material penutup lantai, yang lapisan atasnya memiliki bulu. Karpet memang selalu menjadi andalan, mengingat ia memiliki sifat yang praktis dan multifungsi. Bukan hanya itu, karpet juga sudah terbukti bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama. Adapun mengenai keunggulan dan kekurangan karpet seperti dibawah ini :

Keunggulan karpet

  • Dapat memberikan sensasi hangat pada ruangan
  • Memiliki fitur anti slip
  • Mampu meminimalisir suara berisik

Kekurangan karpet

  • Sensitif terhadap noda dan kotoran
  • Daya tahannya tidak seawet lantai kayu
  • Terkesan kuno atau ketinggalan zaman.

Demikianlah ulasan singkat mengenai perbandingan lantai kayu dengan karpet.

1 komentar untuk “Mengintip Perbandingan Lantai Kayu dan Karpet”

  1. Pingback: Seperti Inilah Cara Mudah Membersihkan Lantai yang Berdasarkan Materialnya – Lantai Kayu Asia | Penjual Lantai Kayu Terlengkap Indonesia

Komentar ditutup.

Scroll to Top