Apa Perbedaan Material Galvalum Dan Galvanis ?

Perbedaan Galvalum dan galvanis

Galvalum dan Galvanis seakan material serupa, karena dari segi nama, keduanya di awali dengan awal Galva. Namun apakah benar material ini merupakan material sama, atau berbeda ?

Untuk menjelaskan pertanyaan diatas, akan menarik sekali jika kita kupas dari awal.

Pertama keduanya memiliki nama awalan Galva. Lantas apa itu Galva ?

Kata “galva” merujuk pada proses galvanisasi, di mana besi atau baja dilapisi dengan lapisan pelapis khusus untuk melindungi mereka dari korosi. Proses ini melibatkan reaksi kimia antara besi atau baja dengan seng, yang menghasilkan lapisan pelindung seng pada permukaan logam.

Sekarang kita akan jauh lebih mudah mengenal apa Perbedaan Material Galvalum Dan Galvanis ini.

Baca juga : Menghitung Kebutuhan Decking Kayu Untuk Area Rooftop

Mengenal Galvanis Dan Galvalum

Perbedaan Galvalum dan galvanis

Galvanis adalah sebuah product yang dihasilkan dari Proses galvanisasi melibatkan pelapisan baja dengan lapisan seng. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan terhadap korosi atau oksidasi.

Seng merupakan suatu bahan pelindung yang sangat efisien dalam melawan korosi. Seiring berjalannya waktu, pelapis perlindungan ini secara perlahan mengalami abrasi, sehingga korosi dapat mempengaruhi material baja. Umumnya, proses ini memerlukan beberapa dekade untuk berkembang, sementara tingkat korosinya dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Selain itu, penggunaan cat pada lapisan galvanis, terutama cat dengan primer tebal, dapat signifikan meningkatkan masa pakai produk sebagai penghalang tambahan terhadap korosi.

Galvalum Material yang dihasilkan dan yang merujuk pada baja yang dilapisi dengan lapisan paduan seng dan aluminium (Zinc-Aluminum).

Lembaran baja tersebut dicelupkan ke dalam campuran logam yang terdiri dari aluminium sebanyak 55%, seng sebanyak 43,4%, dan silikon sebanyak 1,6%. Lapisan ini memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi pada baja, sehingga material yang menggunakan galvalum memiliki masa pakai yang lebih panjang dibandingkan dengan baja galvanis konvensional.

Proses pelapisan galvalum dilakukan sebelum baja dicat. Tahap pelapisan ini melibatkan pencelupan lembaran baja ke dalam panci cair yang berisi campuran galvalum, diikuti dengan pengeringan dan perawatan sehingga menghasilkan hasil akhir yang seragam. Proses ini juga sering disebut sebagai pelapisan logam karena melibatkan kombinasi logam dalam pembentukan lapisan pelindungan.

Kelebihan Galvanis

Jenis besi hollow galvanis

1. Perlindungan Terhadap Korosi

Keunggulan utama dari galvanisasi adalah perlindungan terhadap korosi. Lapisan seng yang terbentuk melalui proses galvanisasi berfungsi sebagai penghalang antara logam dasar (biasanya besi atau baja) dan lingkungan yang dapat menyebabkan korosi. Seng cenderung “berkorban” lebih dahulu dalam proses korosi, melindungi logam dasar dari kerusakan.

2. Daya Tahan yang Tinggi

Lapisan seng pada logam galvanis memberikan daya tahan yang tinggi terhadap cuaca ekstrem, suhu tinggi, dan kelembaban. Hal ini membuat logam galvanis menjadi pilihan yang baik untuk berbagai aplikasi di luar ruangan, seperti atap dan struktur eksterior.

3. Biaya yang Efektif

Proses galvanisasi biasanya dianggap sebagai metode yang relatif biaya efektif untuk memberikan perlindungan korosi. Biaya investasi awal untuk galvanisasi dapat menghasilkan perlindungan jangka panjang, mengurangi biaya pemeliharaan dan penggantian di masa mendatang.

4. Tidak Memerlukan Perawatan Rutin

Logam galvanis memerlukan sedikit atau bahkan tidak memerlukan perawatan rutin. Perlindungan yang diberikan oleh lapisan seng membuatnya tahan terhadap korosi, mengurangi kebutuhan untuk perawatan berkala.

5. Penggunaan yang Serbaguna

Logam galvanis dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk konstruksi bangunan, pembuatan mobil, pagar, saluran air, dan berbagai produk lainnya. Kekuatan, daya tahan, dan penampilannya membuatnya menjadi pilihan yang serbaguna.

6. Proses Penerapan yang Sederhana

Proses galvanisasi relatif sederhana dan dapat diterapkan pada berbagai bentuk dan ukuran logam. Hal ini mempermudah penggunaan dan implementasi di berbagai sektor industri.

Kelebihan Galvalum

Jenis besi hollow galvalume

1. Daya Tahan Terhadap Korosi

Seperti halnya galvanisasi, Galvalum memiliki daya tahan terhadap korosi yang tinggi. Kehadiran seng pada lapisan pelindungnya membentuk perlindungan yang efektif terhadap pengaruh buruk cuaca dan lingkungan.

2. Ringan dan Kuat

Galvalum memiliki berat yang ringan, tetapi tetap memiliki kekuatan struktural yang baik. Hal ini membuatnya mudah diangkut dan diinstal, sementara tetap memberikan keandalan dan kekuatan yang diperlukan dalam berbagai aplikasi konstruksi.

3. Kestabilan Dimensi yang Baik:

Galvalum memiliki kestabilan dimensi yang baik, artinya tidak rentan terhadap perubahan bentuk atau ukuran akibat perubahan suhu atau kelembaban. Hal ini membuatnya cocok untuk aplikasi konstruksi yang memerlukan ketelitian dimensi.

4. Tahan Lama dan Awet:

Daya tahan Galvalum terhadap korosi dan faktor-faktor lingkungan membuatnya menjadi pilihan yang tahan lama. Produk yang terbuat dari Galvalum sering kali memiliki umur pakai yang panjang dan memerlukan sedikit perawatan.

5. Estetika yang Menarik

Galvalum memiliki penampilan yang menarik, dengan permukaan yang bersinar dan serat yang halus. Ini membuatnya cocok untuk aplikasi estetika, seperti atap, dinding, dan elemen arsitektur lainnya.

6. Penggunaan yang Serbaguna

Galvalum dapat digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi, termasuk atap, dinding, pagar, rangka bangunan, dan lainnya. Fleksibilitas ini menjadikannya solusi serbaguna untuk kebutuhan bangunan.

7. Ramah Lingkungan:

Proses produksi Galvalum sering kali lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode tradisional, dan sifat daur ulangnya membuatnya lebih berkelanjutan.

8. Kemampuan Pemodelan dan Penyambungan yang Baik

Galvalum dapat dengan mudah dipotong dan ditempa sesuai kebutuhan. Hal ini memungkinkan adanya variasi bentuk dan ukuran dalam proyek konstruksi.

Baca juga : Bagaimana Hollow Mengubah Konstruksi Lebih Ringan dan Kuat ?

Perbandingan Galvanis & Galvalum

KriteriaGalvanisGalvalum
Komposisi BahanTerdiri dari lapisan seng pada logam dasar.Campuran paduan seng dan aluminium.
Daya Tahan Terhadap KorosiTahan terhadap korosi karena lapisan seng.Tingkat tahan korosi yang tinggi.
BobotRelatif berat dibandingkan dengan Galvalum.Lebih ringan, memudahkan pengangkutan dan instalasi.
Kekuatan StrukturalKekuatan struktural yang baik.Kekuatan struktural yang baik dengan bobot yang lebih ringan.
Kestabilan DimensiRentan terhadap perubahan dimensi akibat suhu dan kelembaban.Kestabilan dimensi yang baik.
PemeliharaanMemerlukan perawatan berkala untuk menjaga lapisan seng.Memerlukan sedikit perawatan dan tahan lama.
EstetikaWarna cenderung lebih abu-abu atau silver.Permukaan yang bersinar dan serat yang halus memberikan penampilan yang menarik.
Penggunaan UmumPagar, bangunan, pipa, dll.Atap, dinding, pagar, rangka bangunan, dll.
HargaCenderung lebih terjangkau.Cenderung lebih mahal.
Fleksibilitas PenggunaanBiasa digunakan dalam aplikasi umum.Serbaguna dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi.
Proses ProduksiProses galvanisasi dengan pencelupan atau penyemprotan seng.Campuran paduan seng dan aluminium melalui proses yang lebih kompleks.

Baca juga : Alasan Mengapa Atap Pelana Adalah Pilihan Terbaik ?

Mana Yang Terbaik ?

Fungsi dan aplikasi besi hollow

Mencari atap yang cocok dengan kebutuhan Anda? Seorang arsitek berpengalaman bisa memberikan rekomendasi terbaik sesuai dengan tujuan penggunaan bangunan dan kondisi cuaca setempat.

Dalam hal ketahanan dan perlindungan, atap baja, baik galvanis maupun Galvalume, menawarkan keunggulan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan sirap kayu atau aspal. Mereka tidak hanya menjanjikan daya tahan yang luar biasa tetapi juga efisiensi energi untuk masa mendatang.

Perlu diperhatikan bahwa Galvalume tidak cocok untuk aplikasi pada beton atau mortar karena sifat basa dari lingkungan tersebut. Galvalume polos dan lembaran galvalume yang dicat dapat mengalami korosi saat bersentuhan dengan mortar dan beton. Di sisi lain, galvanis polos dan galvanis yang dicat lebih sesuai untuk lingkungan semacam ini.

Sementara kedua bahan, baik galvalume maupun galvanis, tidak dijamin untuk digunakan di area peternakan atau pertanian, mereka menunjukkan ketahanan korosi maksimal dalam berbagai lingkungan umum, termasuk industri, kelautan, dan lingkungan laut yang ekstrim.

Pemakaian Galvalume tidak hanya menghasilkan beban energi yang lebih rendah pada bangunan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan interior. Pilihlah atap dengan bijak sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan yang spesifik.

Demikian ulasan kali ini Mengenai Apa perbedaan Galvanis dan Galvalum…

Info Untukmu
Ogie Bangun Suteja
Scroll to Top