Perbedaan kayu Jati dan jati belanda – Salah satu jenis kayu yang paling di sukai banyak orang adalah kayu jati. Baik itu jati biasa seperti yang dari jepara, perhutani maupun kayu jati belanda.
Semuanya menjadi primadona dan banyak dipilih sebagai jenis kayu berkualitas untuk berbagai keperluan seperti furnitur, olahan dekorasi, kesenian, kontruksi dan lain-lain.
Tapi, apakah anda tahu fakta jika kayu jati dan jati belanda bukanlah terbuat dari jenis kayu yang sama.
Lebih jelasnya, kayu jati belanda bukanlah jenis kayu jati dan juga bukan berasal dari belanda. Bukan juga nama untuk menyebutkan jenis kayu tertentu.
Kayu jati berasal dari pohon jati yang dikenal sebagai jenis kayu berkualitas tinggi, karena sangat awet dan sangat kuat. Kayu Jati banyak di dapatkan di daerah Indonesia seperti Jepara, Blora, pati, Grobogan dan beberapa daerah di pulau jawa lainnya. terkhusus Jawa tengah dan Jawa timur.
Kayu jati bermutu tinggi umumnya dapat di dapatkan dari pohon jati dengan usia lebih dari 80 tahun lamanya. “semakin tua pohon, semakin bagus kualitas dari kayu jati”
Usia kayu dapat kita lihat dari cincin pada satu batang pohon jati. satu cincin kayu mengindikasikan satu tahun pertumbuhan. Dengan kata lain, semakin banyak cincin maka semakin tua pohon.
Kayu Jati merupakan kayu bermutu tinggi dengan kelas kuat I-II dan kelas awet I-II, yang tidak dimiliki oleh kayu jati belanda. Berat jenis kayu jati ini 0,62 hingga 0,75.
Kayu Jati memiliki dikenal tahan akan serangan rayap dan pertumbuhan jaur karena hadirnya zat Ekstraktif alami tectoquinon yang dibenci hama perusak.
Ciri-ciri kayu Jati
Pohon kayu Jati memiliki ciri khas berdaya tahan tinggi, kuat dan memiliki kestabilan tinggi, meskipun dilanda hujan lebat dan angin kencang.
Batang pohon jati tumbuh tegak lurus dengan bentuk silindris dengan jenis percabangan tetragonal. Kulitnya berstruktur pecah dangkal atau retak dengan alur memanjang dan berwarna kuning keabu-abuan.
Kayu jati yang keras memiliki warna cokelat kekuningan, dan gubalnya berwarna putih agak kekuningan.
Corak kayu Jati itu tegas dan indah dan bergelombang agak lurus.
Didunia perdagangan, Jati berada pada kategori jenis kayu mewah yang memiliki nilai estetika tinggi karena sipat, warna dan bentuk corak yang dimilikinya.
Karena kelasnya yang tinggi dengan tingkat kuat dan awet kelas I ditambah corak yang indah pada kayu jati, membuatnya banyak dimanfaatkan untuk lantai kayu.
Sebetulnya, kayu Jati belanda merupakan jenis kayu pinus. Sehingga berbeda dengan kayu jati biasa yang dari jepara atau perhutani yang keras, kayu jati belanda cenderung memiliki karakteristik yang lebih lunak. Namun jangan salah, kayu jati belanda juga tahan terhadap benturan dan resistansi yang kuat.
Secara peringkat, kayu Jati belanda atau pinus ini memiliki tingkat awet kelas IV dan kuat kelas V dan merupakan jenis kayu yang tahan terhadap serangan rayap.
Warnanya lebih cerah dan serat lebih halus. Satu hal yang menjadikan kayu ini unik adalah bila usianya cukup tua, kayu ini akan mendapatkan guratan alami yang unik (antik) dan bisa digunakan untuk kesenian.
Kayu Jati belanda memiliki sipat mudah di bentuk sehingga banyak di aplikasikan untuk berbagai keperluan, semisal untuk furnitur.
Dengan warna yang cerah menjadikan kayu Jati belanda ini akan mudah di padukan dengan material lain.
Untuk lebih detail memperhatikan perbedaan dari kayu Jati biasa dan kayu jati belanda, bisa dilihat langsung di tabel ini :
Perbandingan
Kayu Jati
Jati Belanda
Tingkat kuat
Kelas I-II
Kelas IV
Tingkat awet
Kelas I-II
Kelas V
Jenis kayu
Keras
Lunak
Serangan rayap
x
x
Warna
Cokelat kekuningan
Kuning lebih cerah
Pemanfaatan
Lantai Kayu, Furniture
Palet
Harga
Tinggi
Murah
Meskipun secara kualitas, kayu Jati belanda memang berada di kelas berbeda dengan kayu Jati biasa, namun dari tampilan visual, kayu Jati belanda ini sangat cantik dengan corak-corak alaminya.
Makanya, meskipun jati belanda ini merupakan bekas palet dan kebanyakan digunakan untuk palet, namun penggunaan kayu jati belanda ini masih sangat masif dan menjadi andalan setiap tukang kayu.
Penasarankan, kenapa sih, kebanyakan orang menyebut kayu Pinus ini dengan sebutuhan kayu Jati belanda, dari masa sih asal usulnya ? Apakah karena jenis kayu ini menjadi khas negara belanda atau seperti apa sehingga di sebut kayu Jati belanda ?
Fakta menyatakan jika kayu ini bukanlah kayu yang berasal dari belanda. Pohon penghasil kayu ini tumbuh banyak di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia.
Disebut Kayu Jati belanda mulanya adalah ketika jaman dahulu, Kayu yang saat ini disebut jati belanda sering dipergunakan untuk kayu palet pengiriman barang-barang yang biasa antar luar negeri.
Palet adalah kerangka kayu yang dibentuk untuk menjadi alas barang-barang yang akan di ankat ke dalam tranfortasi pengiriman, misalnya truk atau kapal laut.
Ditambah lagi, Anggapan orang-orang terdahulu yang mengartikan luar negeri ini sebagai belanda yang disebabkan oleh efek penjajahan yang lama. Hal ini lah yang menyebabkan kayu ini disebut kayu Jati belanda. Sebetulnya kayu ini adalah kayu Pinus yang digunakan untuk palet.
Itu alasan penyematan nama Belanda nya. bagaimana dengan sebutan kayu Jati nya ?
Disebut kayu Jati karena kayu pinus dan kayu Jati memiliki corak yang hampir sama indahnya.
Fakta Menarik Kayu Jati Belanda
“Ternyata kayu pinus berbeda dengan kayu jati belanda”
Kayu Jati Belanda memang secara fakta merupakan jenis kayu yang berasal dari kayu pinus. Namun tidak semua kayu pinus bisa di sebut kayu Jati belanda. Lho,kok bisa ?
Kayu pinus adalah jenis kayu yang dihasilkan dari batang pohon pinus dengan melalui proses produksi ketat sehingga akan menghasikan kualitas kayu yang tinggi.
Berbeda halnya dengan kayu pinus, kayu jati belanda adalah sebutuhan untuk kayu pinus yang sudah dipergunakan atau akan digunakan untuk palet. Bekas palet inlah yang sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mebel.
Dari segi pengolahannya, kayu palet ini tidak melewati proses sebaik dan seketat kayu pinus solid. Misalnya dalam proses Oven, kayu jati belanda ini cenderung masih basah, berbanding terbalik dengan kayu pinus bermutu yang benar-benar di oven hingga menghasilkan tingkat kekeringan yang diingankan.
kayu pinus tahan terhadap ancaman jamur, empelur dan mata kayu. Sedangkan kayu jati belanda memiliki potensi lubang dan retak rambut. (Ungkap Mesori Kristofani Siagian. Desainer Interior Ideo Designwork)
Fakta-fakta diataslah yang menjadi alasan kenapa kayu Jati belanda memiliki harga yang cenderung lebih murah dibandingkan jenis kayu lainnya.
Akan tetapi, dengan adanya corak kayu yang indah pada kayu jati belanda, menjadikan satu kelebihan tersendiri yang patut anda pertimbangkan ketika ingin menggunakan kayu jati belanda sebagai bahan olahan mebel anda.
Saya adalah seorang Manager di perusahaan lantai kayu terbesar se Asia tenggara sejak tahun 2013 hingga sekarang. Mengerjakan berbagai keperluan Dekorasi rumah berbahan kayu semisal Lantai kayu, decking, plafon dan papan tangga kayu.