Tips Merenovasi hunian Sehat – Idealnya, sebuah rumah itu mendapatkan pembaruan setiap 10-20 tahun sekali sesuai dengan kondisi pada hunian. Jika rumah mengalami kerusakan struktural seperti retak pada dinding, atap bocor, atau masalah sistem listrik atau pipa yang rusak, pembaruan perlu dilakukan lebih cepat dari ideal waktunya.
Perlu di ingat pula, material bangunan yang rusak, seperti cat lama yang mengandung timbal atau bahan atap asbes, dapat melepaskan partikel-partikel berbahaya ke udara dalam ruangan. Paparan terhadap zat-zat ini dapat menyebabkan keracunan atau masalah pernapasan. Ditambah lagi masalah kurang ventilasi dapat menyebabkan penumpukan polusi udara dalam ruangan seperti debu, serbuk, atau polutan lainnya. Udara dalam ruangan yang tercemar dapat menyebabkan masalah pernapasan, alergi, atau bahkan penyakit serius.

Oleh karena itu, bila Anda ingin update hunian lebih baik, yang tidak hanya baik secara estetika, ketangguhan kontruksi, tetapi ada baiknya juga untuk memperhatikan aspek kesehatan. Sehingga anda yang ada di dalamnya tidak hanya memiliki hunian yang indah, tetapi juga menjadi bagian pelindung diri dari berbagai penyakit di luar ruangan yang sewaktu-waktu bisa hinggap.
Nah, kali ini lantaikayu.asia akan memberikan beberapa tips bagaimana merenovasi rumah agar lebih sehat dan nyaman. Bila anda merasa kesehatan itu adalah harga yang mahal, perhatikan artikel kali ini hingga usai dan segera aplikasikan.
Baca juga : Tips Rumah SEJUK Tanpa AC Bahkan Kipas Angin
Tips Renovasi Rumah Lebih Sehat
Ada beberapa aspek penting yang menjadi kunci rumah menjadi lebih sehat, pertama ada bagian sanitasi, kemudian pengolahan air, pengolahan sampah, ventilasi udara dan bukaan jendela. Untuk lebih lengkapnya mari kita uraikan satu persatu.
1) Perbaiki Ventilasi sebagai langkah awal

Pertama, saya kira ini yang paling mudah untuk dilakukan renovasi ulang, yaitu menata ulang ventilasi udara. Ventilasi yang buruk ini bisa mengakibatkan udara dalam ruangan tidak teralihkan dengan baik. Akibatnya, polutan udara dalam ruangan seperti gas buang dari asap rokok, debu, bulu hewan peliharaan, dan uap kimia dari bahan pembersih dapat terakumulasi di dalam rumah.
Nah, Paparan terhadap polutan-polutan ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah pernapasan, alergi, dan bahkan penyakit serius seperti asma.
Langkah yang bisa anda lakukan dalam merenovasi ventilasi adalah dengan menambah ventilasi, terutama di bagian yang berlawanan atau buat ventilasi agar bersilangan (Cross Ventilation).
Cross ventilation ini dapat membantu mengurangi kelembaban di dalam ruangan dengan memungkinkan udara lembab dikeluarkan dari rumah. Ini dapat mencegah pertumbuhan jamur dan mold, serta mengurangi risiko kondensasi pada permukaan dalam rumah.
Cross ventilation juga dapat membawa udara segar ke dalam rumah, menggantikan udara yang telah tercemar oleh polusi dalam ruangan, asap rokok, atau bau lainnya. Ini membantu menjaga udara dalam ruangan tetap segar dan bersih.

Selengkapnya : Cross Ventilation : Pengertian & Kelebihan dan Kekurangannya
2) Pengelolaan Sanitasi Yang Lebih Baik
Apa itu Sanitasi ? Sanitasi mengacu pada serangkaian langkah atau tindakan yang diambil untuk menjaga kebersihan, kesehatan, serta keamanan lingkungan, apalagi yang terkait dengan penyediaan air minum yang aman, pengelolaan limbah, dan kebersihan lingkungan.

Pengelolaan air minum yang aman dan pengolahan limbah yang benar dapat mencegah kontaminasi air dengan bakteri, virus, atau bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi.
Langkah yang bisa ambil untuk mengelola sanitasi menjadi lebik baik adalah dengan memperbaiki semua bagian pipa air, baik itu pipa air bersih dan pipa air kotor.
Untuk pipa air bersih, sebaiknya gunakan pipa AW untuk menjaga kualitas air. Jika memungkinan, tambahkanlah filter air untuk membuat air yang akan digunakan benar-benar bersih. Memperbarui toilet, kamar mandi, dan dapur dengan peralatan yang memenuhi standar sanitasi. Pastikan instalasi pipa dan saluran pembuangan air berfungsi dengan baik dan tidak bocor.
3) Memperbaiki Sumber Pencahayaan agar bisa Keseluruh Bagian Hunian

Rumah sehat adalah rumah yang memiliki banyak bukaan untuk menyerap sinar matahari dengan sangat baik. Paparan sinar matahari secara langsung membantu tubuh untuk memproduksi vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Pencahayaan alami dari sinar matahari juga dapat meningkatkan suasana hati dan kesejahteraan secara keseluruhan. Paparan sinar matahari yang cukup telah terbukti dapat mengurangi stres, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kualitas tidur.
Oleh karena itu, bagi anda yang memiliki hunian dengan area pencahayaan kurang, bisa di tambahkan. Apalagi di area timur, dimana matahari mulai terbit. Anda bisa membuat jendela baru di beberapa area tersebut untuk memaksimalkan cahaya matahari yang masuk pada hunian di pagi hari.
4) Menambahkan Taman dan Tanaman

Saat ini banyak desain hunian baru yang menerapkan taman di tengah hunian atau inner court. Hal ini karena dengan hadirnya taman di tengah rumah bisa meningkatkan keindahan hunian dimana Inner Court dapat menjadi area privat di dalam rumah yang terlindungi dari pandangan tetangga atau orang luar. Hal ini memungkinkan penghuni rumah untuk menikmati suasana terbuka dan udara segar tanpa perlu khawatir tentang privasi mereka terganggu.
Inner Court juga dapat berfungsi sebagai lubang ventilasi alami, memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik di dalam rumah. Udara segar dari luar dapat masuk ke dalam rumah melalui inner court, sementara udara kotor dan panas dapat keluar, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman untuk penghuninya.
Nah, salah satu Tips yang bisa anda terapkan untuk rumah sehat adalah dengan menambahkan taman di tengah, atau tidak ditengahpun, anda bisa menerapkannya di area lain.
Baca juga : Mengenal Konsep Rumah Open Space Dan Cara penerapannya
5) Pengeloaan Sampah

Hal ini sangat mudah untuk di lakukan namun jarang sekali orang terapkan. Yaitu memisahkan antara sampah organik dan non organik. Gunakanlah tempat sampah yang memiliki fitur pemisah ini agar rumah lebih sehat.
Kedua adalah dengan menyediakan tempat-tempat sampah di berbagai sudut untuk mempermudah pembuangan sampah.
6) Mengganti Material dengan Material Anti-Alergi

Jika Anda atau anggota keluarga memiliki alergi, pilihlah bahan bangunan dan furnitur yang hypoallergenic dan mudah dibersihkan. Salah satu material yang sering membuat alergi adalah karpet. Serat karpet dapat menahan debu, bulu binatang peliharaan, serbuk sari, dan kotoran lainnya yang dapat menjadi pemicu alergi bagi beberapa orang. Selain itu, karpet juga dapat menjadi tempat berkembang biak bagi tungau debu, yang merupakan pemicu alergi umum.
Sayangnya saat tidak menggunakan karpet, yaitu hanya dengan alas keramik menjadi kurang nyaman, Dimana Lantai keramik cenderung menjadi dingin saat cuaca dingin atau dalam kondisi suhu rendah. Ini dapat membuat langkah menjadi tidak nyaman, terutama bagi penghuni yang sering berjalan di atasnya tanpa alas kaki.
Untuk mengatasi masalah alergi karpet dan dinginnya keramik, anda bisa menggunakan material kayu untuk lantai untuk rumah lebih sehat.

Kayu adalah bahan alami yang tidak mengeluarkan gas beracun atau partikel berbahaya ke udara dalam ruangan. Dibandingkan dengan bahan sintetis seperti vinyl atau karpet yang dapat mengandung VOCs (volatile organic compounds), kayu cenderung lebih ramah lingkungan dan tidak menyebabkan polusi udara dalam ruangan.
Kayu juga memiliki permukaan yang mudah dibersihkan dan tidak menahan debu atau alergen seperti yang mungkin terjadi pada karpet atau tekstil. Ini membuat lantai kayu menjadi pilihan yang baik bagi orang-orang yang memiliki alergi atau masalah pernapasan.
Ditambah lagi lantai kayu cenderung lebih nyaman di pijak dibandingkan lantai keramik yang dingin dan keras, sehingga lantai kayu adalah solusi untuk lantai lebih sehat, dan menjadi salah satu langkah yang bisa anda ambil untuk membuat hunian lebih sehat.
Lantai kayu asia menyediakan berbagai jenis lantai kayu yang sudah di proses sedemikian rupa agar lantai kayu parquet yang kami jual memenuhi standar penggunaan.

Terdapat beberapa jenis lantai kayu yang bisa anda gunakan, yang paling populer adalah lantai kayu jati, merbau dan Ulin. Selengkapnya : Harga Lantai kayu Parket Permeter
Demikian pembahasan mengenai Tips Renovasi rumah agar lebih sehat. Semoga dengan mengikuti beberapa langkah membuat rumah lebih sehat ini, anda sekeluarga di jauhkan dari berbagai penyakit.
- Jual Decking Kayu Merbau Premium Per Meter - September 25, 2026
- Ingin Gunakan Kayu Ulin? Ketahui Dulu Karakteristiknya - Juli 8, 2025
- Bahas Spesifikasi dan Harga Lambersering Kayu Ulin Terbaru - Juli 4, 2025
