Plafon Drop Ceiling & Up Ceiling. Mana Yang lebih bagus ?

Perbedaan Plafon up ceiling dan drop ceiling

Drop ceiling dan up ceiling – Jenis pemasangan plafon yang datar, berwarna putih dan lampu di tengah-tengah ruangan merupakan sistem plafon yang paling standar digunakan.

Karena saking standarnya, kita kerapkali merasa bosan dengan tampilan plafon yang seperti itu.

Untuk mensiasatinya, anda tinggal gunakan sistem pemasangan plafon drop ceiling atau up ceiling.

Nah, diantara kedua jenis plafon ini, mana yang kiranya paling cocok digunakan pada hunian anda ? Yuk kita cari tahu.

Perbedaan Plafon Drop ceiling dan Up Ceiling

Kedua sistem plafon ini sama-sama berfungsi untuk memberikan tampilan yang lebih baik pada langit-langit. Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan yang perlu anda pertimbangkan ketika ingin menggunakannya, seperti kontruksi, biaya dan efek visual yang dihasilkan setelah terpasang.

Untuk membedakan kedua plafon ini sebetulnya cukup mudah, kita tinggal lihat saja bentuk plafon tersebut. Plafon drop ceiling memiliki bentuk plafon dengan sebagai besar permukaannya turun kebawah.

Sementara Plafon up ceiling kebalikannya. Dimana plafon ini memiliki betuk plafon dengan sebagai besar permukaan yang berada di tengah plafon terangkat keatas.

Perbedaan Plafon up ceiling dan drop ceiling

Umumnya orang menggunakan sistem plafon up ceiling untuk membuat efek visual ruangan terlihat lebih luas, lebih menarik dan lebih tinggi. Sementara plafon drop ceiling ini digunakan pada ruangan yang memiliki plafon lebih tinggi agar terkesan nyaman secara visual juga meningkatkan estetika hunian.

Perbedaan utama antara drop ceiling dan up ceiling bisa terasa pada efek visual yang akan di hadirkan keduanya. plafon Drop ceiling akan memberikan efek lebih bersih dan rapih pada langit-langit. Memberikan akses lebih mudah untuk instalasi listrik pada plafon juga dipercaya dapat menahan hawa panas lebih baik.

Sementara itu, plafon up ceiling memberikan tampilan ruangan terasa lebih tinggi juga membuat pencahayaan lebih fleksibel. hanya saja, sistem ini akan sulit di aplikasikan pada tipe ruangan dengan struktur yang kompleks.

Sebetulnya sih, kedua jenis sistem plafon baik itu up ceiling maupun drop ceiling memiliki biaya dan teknik pemasangan yang lebih rumit ketimbang plafon tipe datar.

Kelebihan dan kekurangan Plafon Drop Ceiling dan Up Ceiling

Kelebihan Plafon Up Ceiling

  • Menambah ketinggian visual pada ruangan
  • Dapat dibuat lebih menarik menggunakan LED Strip membentuk indirect lighting

Kekurangan Plafon drop ceiling

  • Biaya instalasi yang dibutuhkan lebih tinggi ketimbang plafon datar
  • Pemasangan lebih rumit

Baca juga : Tahapan Memasang Plafon Kayu Agar Kokoh dan Estetis

Kelebihan plafon Drop ceiling

Perbedaan Plafon up ceiling dan drop ceiling
  • Memiliki tampilan lebih menarik serta unik
  • Memungkinkan lebih baik dalam menyerap panas

Kekurangan Drop ceiling

  • Mengurangi ketinggian Plafon dan membuat ruangan terasa sempit
  • Tidak sesuai dengan ruangan berplafon rendah

Mana yang lebih bagus diantara drop ceiling dan up ceiling ?

Untuk menilai mana yang terbaik antara drop ceiling dan up ceiling, perlu disesuaikan dengan konsep desain hunian yang ingin anda capai.

Dengan mengetahui ulasan mengenai kekurangan kelebihan serta efek visual yang akan diberikan kedua sistem plafon ini, berikutnya silahkan anda pertimbangakn sendiri mana jenis pemasangan plafon yang paling cocok untuk hunian kesayangan anda.

Selain dipertimbangkan dari pemilihan Drop ceiling dan up ceiling pada sistem plafon yang akan digunakan, dalam menyusun plafon hunian, ada beberapa pertimbangan lain yang tidak boleh anda lewatkan.

Seperti : Kondisi ruangan dari ukuran, tinggi langit-langit, kebutuhan Ventilasi, kemudian perhatikan juga fungsi ruangan, Desain yang akan dipilih, bahan plafon, tenaga kerja hingga Budget yang dimiliki.

Mengenal Bahan-bahan untuk Plafon rumah

Selain mempertimbangkan antara up ceiling dan drop ceiling, kita perlu juga dengan cermat memilih bahan plafon yang akan digunakan. Dibawah ini ada beberapa jenis plafon yang bisa menjadi bahan pertimbangan :

Plafon Gypsum

Plafon Gypsum terbuat dari senyawa meneral kemudian membentuk lapisan batuan sedimen yang di cetak dan kemudian di keringkan. Plafon gypsum memiliki ukuran 122cm x 244cm dan ada juga yang 120cm x 60 cm.

Plafon gypsum memiliki ketahanan terhadap Api, kedap suara, penahan panas yang baik sehingga dapat menjaga suhu ruangan dan mudah di bongkar pasang.

Plafon PVC

Jenis plafon PVC

PVC atau Polyvinyl chloride adalah bahan dari jenis polimer yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti untuk pipa, Lantai dan juga plafon.

Plafon PVC memiliki bobot yang sangat ringan, anti air, tidak mudah pecah, awet, mudah perawat dan mudah di pasang.

namun plafon PVC ini cenderung tidak tahan terhadap tekanan, sehingga akan mudah rusak bila terkena benturan. Juga diyakini banyak orang mengandung plastik yang dapat membahayakan tubuh manusia.

Plafon kayu

pemasangan lambersering di plafon

Sesuai namanya, merupakan jenis plafon yang berbahan dasar kayu. Hampir sama dengan jenis material kayu lainnya, plafon kayu memiliki keunikan tersendiri secara estetika dan keindahan.

Umunya, Plafon kayu memang digunakan pada hunian untuk meningkatkan keindahan suatu ruangan. Selain mempercantik ruangan, plafon kayu juga memiliki kelebihan dari segi keawetan, kekuatan juga data tahannya terhadap benturan.

Info lengkapnya, bisa di simak di : Harga Plafon kayu Lambersering Minimalis Per Meter

Terimakasih telah membaca ulasan mengenai perbedaan plafon drop ceiling dan up ceiling ini hingga selesai. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman.

Info Untukmu
Ogie Bangun Suteja
Scroll to Top