kayu aren

Profil Kayu Aren Dan Ragam Manfaatnya

Pohon aren merupakan salah satu jenis tumbuhan yang masih termasuk kedalam jenis palma, palem, atau pinang-pinangan. Ya, seperti halnya pohon kelapa, dimana seluruh bagian pohon aren ini juga memiliki sifat yang multifungsi alias serbaguna.

Salah satu manfaatnya yang paling populer, yakni dijadikan bahan baku untuk pembuatan gula merah atau gula aren. Disamping itu, bagian daun pohon aren ini kerap digunakan untuk bahan baku pembuatan atap rumah tradisional dan sapu ijuk.

Nah, untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai pohon aren, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Asal-usul Pohon Aren

pohon aren

Pohon aren atau yang juga biasa disebut dengan nama pohon enau, merupakan flora yang berasal dari kawasan Asia tropis. Penyebaran pohon aren pun terjadi secara alami, mulai dari India Timur hingga Asia Tenggara, termasuk negara Indonesia.

Artikel Menarik Lainnya : Yuk, Kita Kenalan Dengan Kayu Sonokembang

Selain di kawasan Asia Tenggara dan India, pohon aren jua tumbuh subur di beberapa kawasan Asia lainnya, seperti Taiwan dan Vietnam. Keberadaan pohon aren di Indonesia bisa kita jumpai di berbagai daerahh seperti :

  • Pulau Jawa
  • Sumatera
  • Sulawesi
  • Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Barat & Nusa Tenggara Timur).

Penyebutan pohon aren pada masing-masing daerahnya memiliki nama yang berbeda-beda.

Habitat Pohon Aren

Pada dasarnya, status pohon aren di Indonesia termasuk salah satu jenis tumbuhan yang dilindungi. Habitat asli pohon aren berada di lingkungan yang beriklim tropis, seperti iklim Asia pada umumnya.

Pohon aren memiliki sifat yang mudah beradaptasi dan bisa tumbuh dimana saja. Akan tetapi, pertumbuhannya baru akan optimal apabila di tanam di kawasan perbukitan dan tebing sungai dengan tingkat kelembapan tinggi.

Disamping itu, pohon aren bisa tumbuh mulai dari daratan yang sejajar dengan permukaan laut hingga pada ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Namun, ketinggian paling ideal untuk mendukung pertumbuhannya itu berkisar 400 hingga 1.200 mdpl.

Sedangkan kondisi tanah yang bagus untuk pertumbuhannya, yakni jenis tanah vulkanis yang berada di area lereng gunung, tanah gembur, atau tanah berpasir yang ada di dekat aliran sungai.

Karakteristik Kayu Aren

Keunggulan Kayu Aren

  • Kayu aren cukup mudah untuk di olah, sehingga dapat memudahkan para pengrajin saat proses pengerjaannya
  • Kualitas kayu dapat dilihat secara visual dari seratnya. Contohnya, ketika terjadi cacat, maka anda bisa langsung memperbaiki kayu aren dengan mudah
  • Kayu aren sudah terbukti tahan terhadap tekanan dan benturan, sedangkan teksturnya mirip dengan kayu ulin bekas.
  • Kayu aren memiliki bobot yang lebih ringan dibanding jenis kayu lainnya.

Kekurangan Kayu Aren

  • Kayu pohon aren rentan terhadap api, terlebih jika dalam kondisi yang kering. Meski pada umumnya semua jenis kayu bisa dimakan oleh api, namun kayu aren ini lebih cepat dilahap
  • Kayu pohon aren pempunyai diameter yang kecil, sehingga membutuhkan sambungan kayu lainnya dalam pembuatan barang.
  • Tingkat keawetan kayu aren ini terbilang kurang bagus, karena sifatnya yang mudah termakan rayap
  • Kayu aren sangat sensitif terhadap wilayah yang lembap.

Berbagai Pemanfaatan Pohon Aren

1. Nira dan Gula Aren

gula aren

Dari namanya suja sudah sangat jelas, yang mana gula aren ini memang berasal dari pohon aren. Proses pembuatan gula aren melalui tahap menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar, dan nantinya akan menyebarkan serbuk sari berwarna kuning.

Dalam proses pembentukan air nira, maka tandan harus dipukul-pukul sampai memar hingga ia menghasilkan cairan. Setelah itu, tandan tersebut nantinya akan dipotong dan bagian ujungnya digantung dengan bambu sebagai tempat penampungan cairan yang menetes.

Tetesan cairan yang sudah terkumpul tadi disebut nira, yang memiliki warna jernih agak keruh dan tidak tahan lama. Maka dari itu, nira yang sudah tertampung harus segera diolah secepat mungkin.

Proses pembuatan gula aren akan dimulai dengan memasak nira sampai teksturnya menjadi kental, dan menjadi gula cair.

Jika sudah demikian, maka cairan gula tersebut akan diberi bahan pengeras seperti campuran getah nangka agar teksturnya membeku, mengeras, dan bisa dicetak menjadi bongkahan gula.

Gula aren pun dapat dijadikan gula serbuk atau kristal. Dalam pembuatannya, maka campuran getah nangka tadi akan diganti dengan bahan pemisah seperti minyak kelapa.

Disamping itu, nira juga bisa difermentasikan menadi produk-produk minuman keras seperti tuak lho!

Baca Juga : Wujud dan Karakteristik Kayu Ebony

2. Kolang-Kaling

kolang kaling

Siapa sih diantara kita yang tidak kenal dengan kolang-kaling? Tentu saja kita semua sudah sangat mengenal betul dengan kuliner yang kerap hadir di bulan Ramadhan ini.

Kolang-kaling memang selalu menjadi primadona di bulan Ramadhan, untuk dijadikan bahan pelengkap pada berbagai jenis kuliner seperti kolak, es campur, sirup, sop buah, dan lain sebagainya.

Nah, kolang-kaling inilah yang merupakan buah dari pohon aren dan telah melalui berbagai proses pengolahan agar terbebas dari getahnya yang beracun.

Buah aren juga kerap disebut dengan nama beluluk atau caruluk, yang pada umumnya memiliki 2 hingga 3 butir inti biji dengan warna putih serta berbatok tipis dan keras

Baca Juga : Mari Berkenalan Dengan Kayu Albasia

Disamping itu, buah aren muda biasanya mempunyai inti dengan tekstur lunak dan agak bening. Pada proses pengeluarannya, maka buah aren harus dibakar dan dierebus terlebih dulu.

Setelah itu, inti biji aren akan direndam dalam air kapur selama beberapa hari agar seluruh getah beracunnya itu hilang secara total. Tak hanya itu, buah aren juga bisa dikukus selama 3 jam untuk memudahkan proses pengelupasan.

Biji yang ada di dalamnya akan dikumpulkan dan dipukul-pukul sampai gepeng, dan setelah itu akan direndam dalam air selama 2 sampai 3 minggu.

3. Bahan Bangunan dan Perabotan Rumah Tangga

manfaat kayu aren

Dalam menunjang berbagai kebutuhan konstruksi bangunan, maka pohon aren yang akan dimanfaatkan itu adalah bagian batangnya. Batang kayu pun kerap digunakan untuk pembuatan atap, balok, kaso, dan lain sebagainya.

Adapun masyarakat di pedalaman Indonesia yang sering memanfaatkan daun pohon aren sebagai atap rumah adat, sedangkan bagian batangnya dujadikan sebagai papan untuk pembuatan sekat rumah.

Tak hanya pada bidang konstruksi, kayu aren pun bisa diolah menjadi berbagai jenis bahan makanan lho. Ya, bagian tersebut bernama empulur yang kerap diolah menjadi sagu, sedangkan akarnya dijadikan bahan untuk pembuatan tali pancing dan cambuk kuda.

Adapun bagian pucuk dain aren muda yang sering dimanfaatkan untuk daun rokok (kawung). Masih belum habis, bahkan daun aren bisa dijadikan kerajinan anyaman, sedangkan bagian lidinya dimanfaatkan untuk pembuatan sapu injuk.

Menariknya lagi, ternyata ijuk aren bisa dipintai menjadi sebuah tali yang sangat kokoh, kuat, dan tahan terhadap air laut. Tak hanya dijadikan sapu, bahkan ijuk aren kerap dimanfaatkan untuk pembuatan atap rumah dan atap sikat.

Demikianlah ulasan singkat seputar seluk-beluk dari pohon kayu aren, sehingga bisa anda jadikan sebagai penambah wawasan.

Scroll to Top
× Ada yang bisa saya bantu?