Mengenal Moisture Content dan Rumus Hitungnya

mengenal apa itu moisture content pada kayu

Moisture Content – Satu diantara beberapa faktor paling penting saat memilih kayu terbaik untuk lantai kayu, plafon kayu, decking kayu ataupun material kayu lain adalah Moisture Content. Kadar MC sangat berpengaruh terhadap kualitas material kayu yang akan digunakan.

Apa yang dimaksud Moisture Content ?

Moisture content, atau kandungan kelembaban, adalah persentase air yang terkandung dalam suatu bahan atau substansi.

Tak hanya untuk material kayu, Kadar MC juga ini sangat penting dalam mempertimbangkan makanan, material konstruksi, tanaman, atau apa pun yang bisa Anda bayangkan.

mengenal apa itu moisture content pada kayu

Baca juga : Daftar Kelas Kayu I II III Dari Kekerasan, Kekuatan Serta Keawetannya

Mengapa Mengetahui Kadar Kelembapan ini Penting?

Dalam konstruksi, moisture content adalah faktor penting dalam menentukan ketahanan dan kekuatan material. Material yang terlalu basah mungkin tidak kuat seperti yang diharapkan.

Karena kayu yang masih memiliki tingkat kelembaban yang tinggi atau belum sepenuhnya mengering, dapat menyebabkan penyusutan kayu yang berpotensi mengubah bentuk dan merusak struktur bangunan atau perabot dalam jangka waktu yang lama.

Kerugian yang mungkin timbul akibat hal ini termasuk pelepasan material kayu dari sortiran, deformasi serta patah pada material tersebut, retak pada permukaan atau ujungnya, terjadinya cacat seperti honeycombing, pemimpesan kayu (kolep), dan pengerasan kulit kayu. Semua dampak ini dapat berdampak signifikan bagi pengguna kayu.

Dampak kadar air pada lantai kayu

Misalnya pada Produk kami :

  • Lantai kayu
  • Plafon kayu
  • Decking kayu
  • Papan kayu
  • Kisi-kisi kayu

Memiliki standar kadar MC 8 – 12%.

Standar kelembaban (MC) yang optimal untuk pengolahan kayu menjadi perabot berkisar antara 8 hingga 12%. Dalam rentang tersebut, risiko perubahan bentuk kayu sangat minimal.

Kadar air pada kayu segar yang baru dipotong umumnya berkisar antara 35 hingga 70%.

Jika kadar kelembaban kayu terlalu tinggi, saat kelembaban udara di sekitarnya rendah, air dapat dengan cepat menguap, menyebabkan penyusutan dan perubahan bentuk kayu.

Sebaliknya, jika kelembaban udara terlalu tinggi, kadar air dalam kayu akan meningkat, menyebabkan perluasan volume kayu.

Selain di bidang kontruksi, dalam makanan, moisture content memengaruhi kualitas dan umur simpan produk. Terlalu banyak air dapat menyebabkan produk menjadi cepat rusak, sementara terlalu sedikit dapat mengurangi rasa dan tekstur.

Tak hanya di bidang pengukuran kadar air kayu. Moisture content juga penting dalam pertanian, mengetahui moisture content tanah adalah kunci untuk merencanakan irigasi yang efisien dan menentukan waktu yang tepat untuk penanaman.

Kemudian, bagaimana cara menghitung moisture content ?

Cara menghitung moisture content

Mengukur kandungan kelembaban kayu adalah langkah penting dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam industri konstruksi, pertanian, dan produksi furnitur.

Untuk mengukur dan menghitung kadar air suatu material, terkhusus kayu, ada beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu :

  • Metode Oven-Drying (Metode Oven)
  • Metode Penetrasi Listrik (Metode Moisture Meter)
  • Metode Inframerah (Metode Infrared Moisture Meter)
  • Metode Dielektrik (Metode Dielectric Moisture Meter)

——-

  1. Metode Oven-Drying (Metode Oven):

Cara pertama yang dapat digunakan dalam menghitung dan menemukan kadar kelembapan suatu material adalah dengan meyode oven Drying.

Berikut Langkah yang dapat anda lakukan :

  1. Potong sampel kecil dari kayu yang akan diukur.
  2. Timbang sampel kayu secara akurat.
  3. Tempatkan sampel dalam oven pada suhu yang tepat (biasanya sekitar 100-105 derajat Celsius atau 212-221 derajat Fahrenheit).
  4. Keringkan kayu selama beberapa jam atau lebih hingga beratnya tidak lagi berkurang (menunjukkan bahwa semua air telah terbuang).
  5. Timbang kembali sampel setelah pengeringan selesai.
  6. Hitung moisture content dengan menggunakan rumus :Moisture Content (%) = [(Berat Awal – Berat Akhir) / Berat Awal] x 100
  7. Hasilnya akan memberikan persentase moisture content.

Contoh Cara menentukan kadar Air dengan menggunakan rumus diatas

Rumus:

Moisture Content (%) = [(Berat Awal – Berat Akhir) / Berat Awal] x 100

Keterangan :
Moisture Content (kelembaban kayu) : MC
Berat Kayu dalam Kondisi Basah : A
Berat Kayu dalam Kondisi Kering : B

Untuk mengukur berat kayu dalam kondisi kering, lakukan proses pengeringan dalam oven pada suhu 100 derajat Celsius selama 48 jam atau dua hari.

Contoh, jika berat kayu dalam kondisi basah (A) adalah 1500 gram dan berat kayu dalam kondisi kering (B) adalah 1300 gram, maka:

MC = (1500 – 1200)/1200 x 100%
= 0,25 x 100%
= 25 %

Contoh Kedua menghitung Kadar Air (MC) kayu

Bayangkan sepotong kayu berukuran 100 x 12 x 6 cm yang masih memiliki tingkat kelembaban tinggi dengan berat 5,40 kilogram (dengan kekerasan kayu sekitar 650 kg/m3). Saat dalam kondisi ini, beratnya disebut sebagai Berat Kayu Basah.

Selanjutnya, kayu tersebut menjalani proses pengeringan dalam oven khusus pada suhu 100 derajat Celsius selama 48 jam, sesuai dengan standar ASTM D2395-93. Selama proses ini, terjadi penguapan air, dan berat kayu berkurang menjadi 4,68 kilogram, yang disebut sebagai Berat Kayu Kering.

Kemudian, kita dapat menghitung kadar air kayu menggunakan rumus:

MC= (A-B)/B x 100%

Jadi, kadar air kayu tersebut adalah:
MC = (5,40 – 4,68 kg)/4,68
MC = 0,72/4,68 kg
MC = 15,3 %

Angka ini akan digunakan sebagai referensi oleh alat ukur kelembaban kayu yang tersedia dalam berbagai jenis dan bentuk, sesuai dengan jenis kayu dan aplikasinya.

Rentang kadar air kayu biasanya berkisar antara 0% hingga 200% (pada pohon yang masih hidup).”

Contoh Lain Pengukuran Kelembaban Kayu

Untuk mengukur kelembaban kayu, berat kayu dalam kondisi kering ditentukan setelah proses pengeringan menggunakan oven pada suhu 100°C selama 48 jam.

Misalnya, jika berat kayu dalam kondisi basah (A) adalah 1330 gram dan berat kayu dalam kondisi kering (B) adalah 1200 gram, maka hasil perhitungannya adalah sebagai berikut:

MC = (1330 – 1200)/1200 x 100%
MC = 130/1200 x 100%
MC = 0,1083 x 100%
MC = 10,83%

Selain metode diatas, kamu juga bisa menggunakan metode lainnya :

Baca juga : Menghitung Ongkos Pasang Lantai Kayu Parket Yang Dibutuhkan

Metode Penetrasi Listrik (Metode Moisture Meter):

  • Gunakan alat yang disebut moisture meter atau moisture tester, yang tersedia dalam berbagai jenis.
  • Pasang elektroda dari moisture meter ke kayu yang akan diukur.
  • Baca nilai moisture content yang ditampilkan pada alat.
  • Moisture meter menggunakan prinsip resistansi listrik yang berubah dengan tingkat kelembaban kayu.

Metode Inframerah (Metode Infrared Moisture Meter):

  • Moisture meter jenis ini menggunakan sinar inframerah untuk mengukur moisture content kayu.
  • Alat ini dapat digunakan non-destruktif tanpa merusak kayu.
  • Penyinaran inframerah mengukur sifat optik kayu yang berubah dengan moisture content.

Metode Dielektrik (Metode Dielectric Moisture Meter):

  • Metode ini juga menggunakan alat khusus yang bekerja berdasarkan perubahan sifat dielektrik kayu yang terkait dengan kelembaban.
  • Penyinaran gelombang mikro digunakan untuk mengukur moisture content kayu.

Moisture Meter Sebagai Solusi Praktis

Cara menghitung moisture content

Metode pengukuran kadar kelembaban dengan menggunakan moisture meter atau alat pengukur kelembaban (moisture meter) adalah salah satu cara yang paling praktis, cepat, dan akurat.

Alat ini sangat umum digunakan dalam berbagai industri, terutama dalam industri kayu, konstruksi, pertanian, dan makanan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa moisture meter dianggap sebagai metode yang lebih mudah:

Kecepatan

Moisture meter memberikan hasil instan dalam hitungan detik. Anda hanya perlu menempatkan alat pada permukaan bahan yang akan diukur, dan alat tersebut akan menampilkan nilai kelembaban secara langsung.

Kemudahan Penggunaan

Moisture meter umumnya dirancang dengan antarmuka yang mudah dipahami, sehingga bisa digunakan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang teknis yang kuat.

Non-Destruktif

Banyak jenis moisture meter yang bekerja secara non-destruktif, artinya mereka tidak merusak atau mengubah bahan yang diukur. Ini sangat berguna dalam industri seperti konstruksi dan produksi furnitur.

Portabilitas

Moisture meter seringkali berukuran kecil dan mudah dibawa ke berbagai lokasi, memungkinkan Anda untuk mengukur kelembaban di lapangan.

Akurasi

Moisture meter modern memiliki tingkat akurasi yang tinggi, yang membuatnya cocok untuk aplikasi yang memerlukan hasil yang tepat, seperti dalam industri kayu dan makanan.

Namun, penting untuk diingat bahwa jenis moisture meter yang berbeda dapat digunakan untuk berbagai bahan, seperti kayu, beton, tanah, atau makanan, jadi pastikan Anda memilih alat yang sesuai dengan jenis material yang akan diukur.

Selain itu, perlu untuk secara berkala memeriksa dan mengkalibrasi moisture meter agar hasilnya tetap akurat seiring waktu.

Demikian pembahasan mengenai Mengapa Mengukur Kadar Air Moisture Content Begitu Penting ini dibuat. Semoga bisa bermanfaat bagi anda.

Info Untukmu
Ogie Bangun Suteja
Scroll to Top