Robohnya sebuah bangunan secara tiba-tiba merupakan sebuah kejadian yang sangat berbahaya dan sebisa mungkin hal ini harus dihindari. Walaupun demikian, kejadian robohnya bangunan ini masih dapat kita dengar beritanya.
Pertanyaannya, Apakah bangunan yang telah kita rancang dapat roboh? Untuk menjawab hal ini, kita perlu mengenal beberapa penyebab dari bangunan bisa roboh.
Penyebab Utama Konstruksi Bangunan Bisa Roboh

Menurut para ahli dan peneliti, penyebab umum meliputi kesalahan desain, penggunaan material yang buruk, ketidakpatuhan terhadap standar bangunan, serta ketidakmampuan menahan beban yang lebih tinggi dari batas perencanaan. Dibawah ini beberapa hal yang bisa menyebabkan bangunan bisa roboh :
1. Desain yang Tidak Sesuai
Profesor Ayedun, seorang ahli teknik sipil, seorang akademisi di Universitas Covenant, Nigeria, yang ahli dalam bidang teknik sipil dan manajemen konstruksi. Beliau fokus pada praktik konstruksi berkelanjutan dan sering menjadi rujukan dalam penelitian yang membahas risiko konstruksi, ketahanan struktur, dan teknik untuk meningkatkan stabilitas bangunan.

Menyatakan bahwa salah satu alasan utama keruntuhan bangunan adalah desain yang buruk atau tidak sesuai dengan kode standar. Desain yang tidak memperhitungkan kebutuhan struktural, seperti analisis beban yang kurang tepat atau pemilihan material yang tidak sesuai, dapat menyebabkan risiko keruntuhan yang tinggi, terutama di daerah yang rawan gempa atau memiliki beban lingkungan yang berat.
Dalam studi yang dilakukan di Nigeria, desain yang kurang sesuai menjadi penyebab tertinggi kegagalan struktural di gedung-gedung kota besar, di mana beban dan lingkungan sering kali menjadi faktor yang menguji ketahanan struktur bangunan.
Baca juga : Dasar-Dasar Struktur Bangunan: Dari Jenis, dan Komponennya
2. Penggunaan Material Berkualitas Rendah

Penggunaan material yang berkualitas rendah sering kali terjadi akibat keputusan untuk menghemat biaya. Menurut ahli konstruksi dari Journal of Earth and Environmental Science, pemilihan material yang tidak sesuai standar, seperti beton yang kualitasnya rendah atau baja yang tidak memenuhi syarat kekuatan, berkontribusi besar terhadap risiko keruntuhan bangunan. Orikpete dan Ewim menemukan bahwa pengawasan ketat terhadap kualitas material adalah kunci untuk memastikan bangunan tetap stabil dan aman dalam jangka panjang.
3. Ketidakpatuhan Terhadap Standar Bangunan
Dalam banyak kasus, kegagalan bangunan juga disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap standar bangunan yang berlaku. Ini termasuk pelaksanaan konstruksi yang tidak sesuai dengan dokumen desain atau spesifikasi teknis. Sebuah studi oleh Ayedun (2021) menunjukkan bahwa kegagalan mematuhi prosedur konstruksi adalah salah satu penyebab utama keruntuhan, terutama di negara-negara berkembang di mana pengawasan sering kali kurang memadai.

Baca juga : Perbedaan antara Sloof dan Tie Beam dalam Bangunan
4. Kesalahan dalam Pemeliharaan dan Inspeksi
Bangunan yang tidak diperiksa secara berkala rentan terhadap kerusakan struktural akibat penurunan kualitas material seiring waktu. Ayedun juga menekankan pentingnya pemeliharaan berkala untuk menghindari degradasi material yang dapat mengurangi stabilitas struktural. Di kota-kota besar, sering ditemukan bangunan yang mengalami keruntuhan akibat pemeliharaan yang buruk atau bahkan tidak dilakukan sama sekali.
5. Beban yang Berlebihan
Keruntuhan dapat terjadi jika struktur bangunan mengalami beban yang melebihi kapasitas perancangannya. Beban berlebihan ini bisa berupa penambahan lantai tanpa perhitungan yang memadai atau pengembangan bangunan dengan bahan yang lebih berat dari perencanaan awal. Menurut International Institute for Science, Engineering and Technology, beban berlebihan sering kali menjadi penyebab utama kegagalan struktural di bangunan bertingkat tinggi, terutama yang didirikan di area perkotaan dengan lingkungan yang sibuk dan padat.

6. Anggaran Yang di Korupsi
Korupsi dalam anggaran proyek konstruksi sangat berbahaya karena mengurangi dana yang seharusnya digunakan untuk material berkualitas, tenaga ahli, dan proses pengawasan.
Ketika anggaran dialihkan atau disalahgunakan, sering kali proyek dilakukan dengan bahan berkualitas rendah, tenaga kerja yang kurang terlatih, dan pengawasan yang minimal.
Ini dapat mengakibatkan struktur yang lemah, tidak memenuhi standar keselamatan, dan rentan terhadap kegagalan. Akhirnya, bangunan yang dihasilkan berisiko mengalami kerusakan bahkan roboh, yang berpotensi menyebabkan kerugian besar atau membahayakan keselamatan manusia.

Baca juga : Tahapan Membuat Bekisting Tangga Yang Tangguh
Tips membuat konstruksi bangunan yang kokoh
Lantas, bagaimana cara membuat bangunan yang kuat? Agar menghindari gagalnya bangunan berdiri kokoh, sebaiknya perhatikan beberapa tips membuat bangunan anti roboh dibawah ini :
1. Perencanaan yang Matang

Pertama tentu saja perencanaan. Perencanaan adalah langkah awal yang sangat penting dalam proses pembangunan. Pastikan rencana bangunan sudah dirancang dengan baik oleh tenaga profesional, seperti arsitek atau insinyur sipil yang berpengalaman.
Perencanaan mencakup tata letak ruangan, pemilihan material, hingga aspek keamanan bangunan yang akan didirikan. Menggunakan jasa profesional akan membantu Anda memastikan bahwa desain bangunan sesuai dengan tujuan dan tetap kokoh dalam jangka panjang.
2. Pilih Material Berkualitas
Jangan ragu untuk investasi lebih banyak diawal. Material berkualitas tinggi adalah fondasi dari konstruksi bangunan yang kokoh. Gunakan beton berkualitas, baja yang tahan korosi, serta bahan-bahan lain yang memenuhi standar bangunan. Pemilihan bahan bangunan ini harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti daya tahan terhadap cuaca, ketahanan terhadap serangan rayap, dan kekuatan struktural.
Sebagai contoh, baja sering kali menjadi pilihan untuk kerangka karena kekuatannya yang tinggi dan daya tahannya yang lama. Sementara itu, untuk dinding dan lantai, pilih bahan yang sesuai dengan iklim di daerah Anda agar lebih tahan lama.
Lantai kayu bisa menjadi bahan bangunan yang bisa digunakan untuk menghias area lantai rumah anda.

3. Struktur Fondasi yang Tepat
Fondasi adalah komponen utama yang menentukan kekuatan bangunan. Untuk bangunan yang berada di daerah berpotensi gempa, misalnya, struktur fondasi yang kuat dan stabil sangat penting. Jenis fondasi yang dipilih juga harus disesuaikan dengan jenis tanah dan ukuran bangunan.
Contoh fondasi seperti fondasi cakar ayam cocok untuk tanah yang tidak terlalu padat dan sering digunakan untuk bangunan besar. Pastikan juga kedalaman fondasi cukup untuk menopang beban bangunan.
4. Tim Profesional
Memiliki tim pekerja bangunan yang berpengalaman sangat penting. Pastikan bahwa setiap pekerjaan konstruksi dilakukan dengan tepat, mulai dari pencampuran beton hingga pemasangan struktur. Kesalahan kecil dalam pengerjaan, seperti campuran beton yang tidak tepat atau pemasangan besi yang tidak kuat, bisa berakibat fatal terhadap kekuatan bangunan.
Pengerjaan juga harus selalu diawasi oleh pihak yang berkompeten, seperti mandor atau insinyur lapangan, untuk memastikan setiap tahapan dikerjakan sesuai standar.
5. Sistem Drainase yang Baik

Drainase yang baik akan mencegah air dari menggenangi bagian pondasi atau bagian bawah bangunan yang dapat menyebabkan kerusakan struktural. Bangunan tanpa drainase yang baik cenderung mengalami masalah kelembaban dan kerusakan struktural karena air. Pastikan untuk merencanakan sistem pembuangan air yang tepat dan pemasangan saluran air di sekitar bangunan agar air bisa mengalir lancar dan tidak merusak pondasi.
Baca juga : Cara Menghitung Biaya Pembuatan Kolam Renang Dirumah
Itu dia pembahasan mengenai Penyebab konstruksi bangunan bisa roboh dan bagaimana cara membuat kontruksi yang kokoh. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi bahan wawasan penting bagi kita agar tidak main-main dengan kontruksi.
- Jual Decking Kayu Merbau Premium Per Meter - September 25, 2026
- Ingin Gunakan Kayu Ulin? Ketahui Dulu Karakteristiknya - Juli 8, 2025
- Bahas Spesifikasi dan Harga Lambersering Kayu Ulin Terbaru - Juli 4, 2025
